KHULAFAUL RASYIDIN

          Nabi Muhammad sendiri adalah orang yang spesial begitupun dengan orang-orang yang selalu mengelilinginya. Qais bin Sa’ad termasuk salah satunya, memang  tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sahabat Nabi Muhammad SAW selalu punya kelebihan masing-masing begitupun dengan Qais bin Sa’ad. Qais bin Sa’ad sendiri adalah anak dari sahabat Nabi yang bernama Sa’ad bin Ubadah bin Dulaim yang waktu Ia telah memeluk Islam pada Ba’itul Aqabah kedua. Ketika Nabi Muhammad SAW tinggal di Madinah kala itu, Sa’ad membawa Qais untuk tinggal di Madinah dan membawa Qais ke Nabi sembari berkata “Ini adalah Khadam (pelayan) Anda, ya Rasulullah.” Dan Rasulullah ketika melihat wajah Qais Ia melihatnya lama sekali, kemudian merangkulnya begitu erat.

       Tapi mungkin jarang sekali kita mendengar nama Qais ditelinga kita atau masih awam didengar di kalangan masyarakat, termasuk saya sendiri yang baru mengetahui bahwa Qais adalah salah satu sahabat kesayangan Nabi Muhammad pun baru kali ini setelah membaca buku yang berjudul “Qais bin Sa’ad, sahabat kesayangan Nabi Muhamad.”  atau mungkin bisa jadi jumlah bacaan saya masih kurang. Tapi kali ini saya juga akan menambah sedikit cerita perihal ayah Qais yaitu Sa’ad. Ayah Qais adalah orang yang dikenal pemberani pada masa itu, Ia menjujung tinggi islam walau cemooh beserta hinaan selalu datang menimpanya begitu juga dengan Qais. Dan pada pembahasan kali ini saya akan membahas sedikit cerita tentang sejarah Qais.

             Qais sendiri mempunyai kedudukan yang mulia dikalangan kaumnya pada saat itu. Sebagaimana kedudukan orang tuanya pada saat itu, Ia mempunyai sifat yang dermawan seperti halnya orang tuanya. Sampai – sampai  dikenal sebagai orang yang dermawan, bijaksana, tegas, dermawan, cerdas, sangat sabar, dll. Terbukti adanya, bahkan Rasulullah pun pernah berkata sehubungan dengan kedermawanannya (Qais bin Sa’ad). “Kedermawanan menjadi tabiat anggota keluarga ini!” , kata Rasulullah. Kedermawanan Qais tak menjadikan Ia bersikap sombong, Qais memang dikenal sebagai seorang yang pandai sekali dalam hal tipu muslihat serta cerdik, tapi demi memperjuangkan Islam Ia menghilangkan sifat itu. “Kalau bukan karena Islam, saya sanggup membikin tipu muslihat yang tak dapat ditandingi oleh orang Arab manapun.” Kata Qais. Perkataannya sendiri terbukti pada saat peperangan peristiwa perang Shiffin yang waktu itu Ia berada dipihak Ali. Dan pada sampul  buku ini juga membuktikan bahwa Qais bin Sa’ad temasuk lelaki yang tegas sesuai denganm yang diceritakan di buku ini.

              Qais memang dikenal sebagai orang yang cerdik dan berani, Dia selalu membela Nabi, dengan tegasnya Ia menentang kaum Mu’awiyyah (Menentang Ali). Tapi Qais tetap saja teguh pada pendiriannya untuk membela islam walau cemooh dan hinaan selalu saja mendatangi langkah-langkahnya. Bahkan pada masa pemerintahan Ali , Ia pun pernah memecat Qais karena mendengar fitnah dari Mu’awiyyah. Padahal Mu’awiyyah sendiri berusaha untuk menjatuhkan Qais dari jabatannya sebagai gubernur, karena mereka tahu bahwa Qais ialah penghalang mereka dalam rencana untuk menjatuhkan Ali dari jabatannya. Tapi karena sifat Qais yang cerdik serta pandai, dengan mudahnya Ia mengetahui bahwa kaum Mu’awiyyah ingin menjatuhkan kekuasaaan Ali dengan cara memfitnah dirinya. Setelah Qais dipecat oleh Ali dari jabatannya sebagai Gubernur, Ia masih saja berpikir bagaimana caranya mencari jalan keluar dalam menyokong perjuangan khalifah Ali. Tak ada rasa benci serta dengki pada dirinya, Ia masih saja memperjuangkan islam. Sampai tak lama kemudian Ali mulai mengetahuinya bahwa fitnah itu timbul dari kaum Mu’awiyyah.

            Pada saat itu juga terjadinya perang Shiffin, yaitu perang antara Ali dan Mu’awiyyah, pada saat itu Qais berdiam diri merencanakan tipu muslihat. Tapi apalah daya, waktu itu Ia mulai sadar bahwa tipu muslihat itu tak baik dan Ia teringat akan firman Allah,”Dan tipu daya jahat itu akan kembali menimpa orangnya sendiri.” (QS. Fathir : 43). Maka setelah itu Ia membatalkan rencana tersebut dan memohon kepada Allah berkali-kali dari mulutnya sembari berkata “Demi Allah, sendainya Mu’awiyyah dapat mengalahkan kita nanti, maka kemenangannya itu bukanlah karena kepintarannya, tetapi hanyalah karena kesalehan dan ketakwaan kita.” Sifatnya yang sabar terbukti adanya.

               Pada masa terakhir pemerintahan Ali karena Ia dibunuh oleh Abdurrahman bin Mulji (Kaum Khawarij) , pemerintahannya  berganti alih oleh anak Ali yang bernama Hasan bin Ali. Pada saat itu juga Ali memiliki dua anak, yang satu bernama Hasan bin Ali dan yang satunya lagi bernama Husain bin Ali. Pada saat itu juga Qais bin Sa’ad menyuruh penerus Khalifah selanjutnya adalah Hasan bin Ali. Padahal saat itu Hasan tak ingin menjadi penerus ayahnya. Tapi semua orang memaksanya untuk menjadi penerus Khalifah selanjutnya, Ia sendiri memiliki sifat yang lemah lembut berbeda dengan saudaranya yang bernama Husain.

            Ia adalah pemimpin yang sangat menyukai kedamaian. Pada masa kepemimpinannya memang tak lama, hanya sebentar. Dan pada masa kepemimpinanya sendiri tak ada perkembangan sama sekali sampai pada titik kematiannya yang waktu itu Ia meninggal karena diracuni oleh istrinya sendiri. Pada saat itu juga aslinya Hasan sudah mengetahuinya bahwa Ia diracuni oleh istrinya sendiri tapi karena sifatnya yang sabar, Ia masih tenang menghadapi istrinya itu. Masa kepemimpinan Hasan pun akhirnya berakhir tak begitu lama karena dibunuh. Pada saat itu juga Qais merasa sangat sedih sekali karena penerus khalifah setelah Ali telah meninggal, setelah kematian cucu Rasulullah SAW, Ia pun akhirnya memilih untuk menyendiri, mengasingkan diri dari hiuk piuk masyarakat. Sampai akhirnya Ia kemudian hijrah ke kota Madinah pada tahun 59 Hijriah dan akhirnya meninggal. Kecerdikannya dan kepandaiannya telah menghiasi dunia Islam dan kini arwah Qais bin Sa’ad telah tinggal di perkampungan yang disebut Surga. Dan bentuk kecintaan Qais terbukti di buku ini, semuanya dijabarkan secara rinci. Kedermawanannya dan kecerdikannya memang benar adanya dan Qais bin Sa’ad termasuk sahabat Nabi yang

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEJARAH ISLAM YANG HILANG