SEJARAH ISLAM YANG HILANG
Kebanyakan kebudayaan di Arab dibentuk oleh lingkungan tempat berkembangnya kebudayaan tersebut. Meskipun Arab terletak jauh dari kebudayaan yang lebih maju, bangsa Arab tidak terpengaruh dari tetangganya sama sekali. Meski tinggal di lokasi yang berbahaya, bangsa Arab aman di tengah-tengah Gurun. Beralih kecerita Muhammad, Beliau lahir di Kota Mekah pada sekitar 590 Masehi. Ia berasal dari klan Bani Hashim. Bagian dari suku Quraisy yang mengendalikan Mekah-pusat perdagangan dan agama di Arab. Pada saat itu ayahnya, Abdullah, wafat sebelum Ia lahir. Saat itu Abdullah sedang melakukan perjalanan dagang ke Kota Yasrib, di sebelah utara Mekah. Meskipun Muhammad berasal dari suku Quraisy yang kaya, Beliau tidak tumbuh dengan bergelimang harta. Status Muhammad yatim piatu dan berasal dari Klan Bani Hashim yang dianggap Quraisy rendahan yang membuatnya tidak tergolong dalam kelas penguasa.Ia menemani pamannya bergadang ke Suriah saat kecil. Reputasinya sebagai pedagang yang jujur menyebabkan dia mendapat 2 nama julukan yaitu As-Sadiq dan Al-Amin serta menjelang usia 25 tahun, Muhammad sudah menjadi pedagang sukses dan bekerja sebagai agen usaha janda kaya Khadijah. Dan waktu itu Khadijah tertarik pada Muhammad lalu kemudian Khadijah melamarnya dan menikahinya. Wahyu pertama yang diterima Muhammad adalah saat Muhammad berdiam diri di gua yang telah dan Malaikat memerintahkan pada Muhammad untuk membaca padahal Muhammad tidak bisa membaca seperti kebanyakan orang Mekah, Muhammad juga buta huruf.
Dan malaikat masih saja memerintahkannya untuk membaca dan Muhammad menjawab lagi tidak bisa, untuk kali ketiga malaikat juga memerintahkan agar Muhammad membaca dan Muhammad masih saja menjawab tak bisa kemudian diturunkannya Al-Quran untuk pertama kali yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5. Setelah itu orang pertama yang mendengar kenabian Muhammad dan mempercayainya adalah Khadijah, kemudian Nabi Muhammad mengajak kalangan terdekat masuk ke agama baru yaitu Islam. Teman terdekatnya yaitu Abu Bakar, sepupu mudanya Ali dan pembantunya Ali. Penyebaran agama islam ini akhirnya juga tak diabaikan oleh orang Quraisy. Awalnya muslim bisa beribadah di tempat tersembunyi di luar Kota tapi semakin bertambahnya sekelompok peribadatan, peluang untuk ketahuan pun semakin tinggi. Orang Quraisy pun masih menindas kaum muslimin setelah Nabi Muhammad Hijrah ke Madinah, kaum Muhajirin masih merasakan kepedihan atas perlakuan saudara sesukunya dan kaum Ansar yang berani menghukum siapapapun yang menindas saudara baru mereka yang masuk islam. Tetapi kaum muslimin waktu itu belum mendapat izin dari Nabi Muhammad untuk memerangi Quraisy. Setelah posisinya di Madinah aman karena Yahudi dan Madinah telah mendapatkan toleransi dan Nabi Muhammad sudah bisa membuat perjanjian dengan Quraisy dalam posisi yang sederajat. Setelah usia Nabi Muhammad sekitar enam puluh tahun dan wahyu Qur’an terus menerus turun setelah penaklukan Mekah, Nabi Muhammad kembali ke Madinah.
Tempat diletakkannya dasar penyebaran Islam selanjutnya, pada awal musim panas Nabi Muhammad jatuh sakit dan beliau menghabiskan hari-hari terakhirnya di rumah istrinya, Aisyah. Pada 8 Juni 632, pada saat itu kepala Nabi di pangkuan Aisyah dan para sahabat berkumpul di Masjid. Wafatnya Nabi waktu itu menyebabkan gemparnya kesedihan di sekitar jalan-jalan Madinah. Setelah kematian Nabi, sekelompok tokoh utama dari kaum Muhajirin dan Ansar berkumpul untuk menjawab pertanyaan soal kepemimpinan. Abu bakar mendapat gelar Khalifat-ul-Rasul, yang memeliki arti ‘Penerus Utusan Tuhan’ dan disingkat khalifah. Abu Bakar melanjutkan politik nabi dan memperkuat keberkelanjutan Negara Islam pada masa itu. Abu Bakar juga menyuruh untuk mengumpulkan naskah tersebut, akurasinya diperiksa lagi dan ingatan para sahabat yang dapat dipercaya kemudian disimpan di lokasi terpusat. Pada akhir hidupnya, Ia menunjuk Umar bin Khattab sebagai pengurus. Pada masa kekhalifaannya yang patut diperhatikan ialah bukan hanya saat penaklukan militer melainkan juga pemerintahan di wilayah yang sudah ditaklukkan termasuk dalam bidang ekonomi yang membawa kemakmuran. Menjelang wafat, Umar menunjuk majelis berisi enam pemimpin yang dihormati masyarakat Madinah untuk pedan penerus mereka dan mereka memilih Utsman bin Affan, salah seorang pemeluk Islam awal. Latar belakang Utsman dari keluarga bangsawan dan berperan besar dalam keputusannya sebagai Khalifah serta keluarganya juga cukup berpengalaman soal Tata Negara sebelum datangnya Islam. Utsman memerintahkan pembangunan Armada Angkatan Laut pertama kali dalam Sejarah Islam. Tujuannya ialah untuk meninggalkan setiap serangan balik Byzantium. Dan pada saat itu para pemberontak masuk ke rumah Utsman dan membunuhnya pada saat Ustman sedang duduk sambil membaca Quran. Sepeninggal Utsman, mereka memilih penentu kepemimpinan di Madinah. Waktu itu mereka memilih Ali karena Ia adalah sepupu Nabi dan menantunya. Pada waktu itu terjadi perselisihan antara Ali dan Mu’awiyah tak pernah terjadi walaupun sudah ada usaha lewat Arbitrase. Tahun terakhir kekhalifahan Ali ditandai dengan perpecahan Defacto antara kekuasaaan Mu’awiyah dan Ali.
Khalifah juga mengandalkan negoisasi dan perjanjian dengan lawan-lawan potensial lain dan ternyata, ancaman utama bukanlah kekuatan Byzantium, melainkan suku berber lokal yang menahan diri secara perlahan sebelum pergerakan ke Barat dapat dilakukan. Konflik muncul antara Khalifah Ali yaitu dikarenakan karena satu keputusan Mu’awiyah yang menjadikannya sebagai suatu karakter kontroversial dan mengubah bentuk pemerintahan islam setelah itu. Pada masa Mu’awiyah sendiri menjadikan khalifah yang menunjukkan penekanannya pada kesatuan dan keharmonisan politik. Setelah pergolakan politik pada masa khalifah Ali, tantangan utama yang diperoleh Mu’awiyah menjaga dunia islam berpadu ialah di bawah satu pemerintah. Dengan demikian, Mu’awiyah merasa bahwa satu-satunya cara untuk melindungi persatuan dan keharmonisan sosial ialah dengan memotong kemungkinan perang suksesi dan menjadikan kekhalifahan berdasarkan keturunan.
Meskipun pada akhirnya berhasil menyatukan dunia islam setelah kekacauan pada masa Ali, ada satu keputusan Mu’awiyah yang menjadikannya sebagai karakter kontroversial dan mengubah bentuk pemerintahan islam. Konsolidasi penuh dalam penaklukan Uqba di Afrika Utara harus segera diselesaikan sebelum penaklukan lanjutan dapat dilaksanakan kemudian yang selanjutnya ialah Revolusi Bani Abbasiyah, Bani Abasiyah sendiri mendapatkan namanya dari paman Nabi, Abbas, yang waktu itu menjadi kepala keluarga klan tersebut. Mereka bermukim di tanah sebelah timur sungai Yordan setelah penaklukan Suriah dan secara umum menjauhkan diri dari politik pada saat perang saudara berkecamuk, namun pada awal 700-an, mereka mulai menyebarkan rumor bahwa salah satu keturunan Ali secara resmi telah memindahkan hak kekuasaan kepada Bani Abasiyah. Mereka juga tak hanya lebih dekat hubungannya dengan Nabi daripada Bani Umayyah, tetapi juga mengklain akan menegakkan keinginan kalangan yang mendukung keturunan Ali sebagai pemimpin Dunia Islam. Beralih kekhalifahan Abbasiyah, satu hal yang benar-benar dimajukan Bani Abbasiyah adalah peran Non-Arab dalam masyarakat. Setelah 300 tahun pertama sejarah Islam, umat muslim telah mencapai titik puncaknya pada masa itu dan menyebarkannya dengan cepat. Sejak awal pertumbuhan, Syi’ah mendasarkan diri dari gagasan sebagai alternatif bagi kekhalifahan Suni arus utama. Saat Syi’ah sendiri terpecah dalam banyak sekte, berbagai gagasan tentang cara mengembalikan imamah pun berkembang. Pendakwah Islamiyah Relatif sukses di Afrika Utara.
Pendakwah Islamiyah menggalang dukungan kalangan Sanhaja Berber, dengan kekerasan menggulingkan penguasa Afrika Utara dari Dinasti Suni, yaitu Rustamiyyah dan Aghalabiyah, menjelang 908. Karena tak adanya konflik dalam sejarah Barat dan Islam yang begitu penuh emosi seperti perang sakib. Konflik itu sendri berkisar di Yerussalem, tempat suci bagi yahudi, Kristen dan islam. Disinilah tempat yesus berdakwah, disalib dan bangkit kembali kota itu. Pendorong perang salib sendiri dimulai dari Yerussalem di Asia Tengah. Dinasti Abbasiyah memanfaatkan keterampilan orang Turki dalam peperangan dengan merekrut jenderal-jenderal Asia Tengah untuk mengabdi dalam kekuatan militernya sejak awal abad kesembilan. Setelah perang salib waktu itu akhirnya terjadi pembebasan Jerussalem dan perang salib pun masih berlangsung lebih dari seratus tahun setelah pembebasan Yerussalem tersebut. Islam tak kunjung-kunjungnya terbebas, Invasi Mongol muncul kembali saat dunia Islam bangkit kembali. Jutaan jiwa muslim binasa di ujung pedang. Pendirian Islam di Spanyol sendiri setelah penaklukan yang cepat di Afrika Utara pada pertengahan abad ke tujuh oleh Bani Umayyah. Seperti yang telah dilakukan selama ratusan tahun Spanyol mengambil keuntungan dari kelemahan pepecahan Islam. Meskipun telah memberikan sumbangan bagi sejarah Liberia dan Eropa, Islam sudah lenyap dari Spanyol. Islam masuk ke Afrika Utara Dekade setelah wafatnya Nabi, umumnya Islam dianut di daerah pantai. Persis seperti Romawi dan Byzantium sebelumnya, umat islam memilih berdiam di kota-kota sepanjang garis pantai Mediterania karena alasan praktis dan juga di pantai Afrika Utara sebelum Nabi Muhammad melakukan hijrah ke Madinah. Asal-usul dimulainya Ottonom adalah akibat serangan gencar Mongol, banyak keluarga Turki melarikan diri ke Asia Tengah untuk mengungsi ke daerah perbatasan dunia islam. Kemenangan kekaisaran Ottomon adalah saat Mehmet II naik tahta pada 1451.
Pada saat kepemimpinannya, wilayah Ottoman diperluas secara Militer dan setelah abad kelima belas, sebuah kerajaan baru di timur sebagai pesaing yaitu kerajaan serbuk Mestu Islam terbesar ketiga dari timur yaitu India. Sejarah islam seakan terputar, pada abad ketujuh dan kesembilan islam bersemi kembali dari Gurun Arab dan menciptakan kerajaan-kerajaan yang paling kuat di dunia dan beruntut seperti itu tapi semua berubah saat kerajaan itu dipimpin oleh Mahmud II yang melakukan reformasi beruntut hingga sultan baru tidak kompeten dibanding pendahulunya. Dan akibat kemunduran akibat perang salib dan invasi Mongol terbukti hanya menjadi duri kecil dalam sejarah islam. Dan pada akhirnya, bukan nasionalisme Arab atau Turki yang memimpin tatanan politik baru di Timur Tengah. Akan tetapi, Ottoman tak berada dalam kedaan yang menguntungkan. Pada akhirnya dunia Islam sekali lagi telah mampu mengatasi kekuatan politik yang mengancam sifat sejarah islam yang berulang menunjukkan bahwa periode lemah dan inrasi.
Komentar
Posting Komentar